LAPORAN EKSTRAKSI PADA SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

 

LAPORAN EKSTRAKSI PADA SENYAWA-SENYAWA ORGANIK

PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

                                                                                 





NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA

                NIM      : A1C119035

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

                                                                    2021

 

 

VII. DATA PENGAMATAN

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Nyalakan heating mantle

2. Alirkan air ke kondensor

3. Pelarut yang berada dialas bulat diuapkan mengalir ke bie pas side ams

4. uap yang sudah mengalir dari bie pas side ams akan mengalir mengenai kondensor atau pendingin

5. Kemudian akan menetes kembali membasahi timbal

6. Pelarut dibiarkan setetes demi setetes samapi setinggi xifone

7. Ditimbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan menggunakan neraca analitik

8. Kemudian timbang kertas saring yang sudah bersih dengan menggunakan neraca analitik

9. dicatat berapa hasil timbangan yang didapatkan

10. Timbang sampel sebanyak kurang lebih 10 g

11. Dicatat berapa jumlah yang ditimbang

12. Dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu

13. Pastikan kondesor dalam keadaan sudah lurus

14. Pastikan serangkaian alat ekstraksi soklet ini dalam kondisi lurus

15. Ukur volume pelarut etanol yang akan digunakan yaitu sebanyak 200 ml

16. Kemudian dituangkan kedalam RBF

17. Setelah pelarut dimasukkan, masukkan juga batu didih

18. Kemudian tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin terlebih dahulu

19. Ketika alat sudah set semuanya, kita sudah bisa menyalakan pompa dari kondensor kemudian nyalakan heating mantlenya juga

 

1. Heating Mantle yang digunakan untuk memanaskan

 

2. Kondensor berfungsi sebagai pendingin serta mempercepat proses pengembunan

 

3. Labu Alas Bulat atau Labu RBF  digunakan tempat menampung pelarut dan ekstrak hasil ekstraksi

 

4. Statif dan klem untuk menyangga alat soxhlet agar tidak goyang atau jatuh

 

5. Neraca analitik untuk menimbang alat dan sampel

 

6. pipa keran digunakan sebagai tempat air yang dikeluarkan

 

7. Xifone berfungsi sebagai tempat lewatnya siklus

 

8. Gelas ukur untuk mengukur banyaknya etanol yang digunakan

 

9. Biker glass sebagai wadah pelarut etanol

 

10. Corong gelas berfungsi untuk membantu proses memasukkan etanol  ke dalam chamber esktraktor

 

11. Batang Pengaduk berfungsi untuk memindahkan sampel

 

12. Batu didih berfungsi untuk meratakan panas dan tidak terjadi percikan

 

13. Kertas saring berfungsi untuk membungkus sampel yang akan dianalisis

 

14. Termometer untuk mengukur suhu

 

15. Kulit manggis digunakan sebagai sampel ekstraksi

 

16. etanol sebagai pelarut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Agar terjadi perubahan bentuk dari uap menjadi cair

 

 

 

Dapat melarutkan zat yang diekstraksi

 

Setelah setinggi xifone pelarut yang sudah menetes di chamber akan turun Kembali ke labu alas bulat dan akan menghasilkan satu siklus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Agar ketika dipanaskan tidak terjadi percikan

 

 

 

Pelarut yang menetes kedalam ekstraktion chamber akan mengenai sampel yang ada didalam timbal dan akan mengekstrak senyawa yang ada didalam sampel tersebut dan pelarut akan melewati xifone dan jika xifone telah mencapai permukann xifone maka seluruh cairan pelarut akan turun kembali ke labu alas bulat .

 

Jumlah siklus sokhletasi pada percobaan ini adalah 8 siklus sokhletasi.

 

Massa kertas saring = 1,6389 gram

Massa kertas aring + bahan = 12, 3160 gram

Massa RBF kosong + batu didih = 165, 0478 gram  

 

VIII. PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini kita membahas tentang ekstraksi pada senyawa-senyawa organik, dimana Ekstraksi adalah kegiatan mengekstraksi komponen kimiawi yang larut, sehingga dapat dipisahkan dari zat yang tidak larut dengan menggunakan pelarut cair. Senyawa aktif yang terdapat dalam berbagai situasi sederhana dapat dibedakan menjadi minyak atsiri, alkaloid, flavonoid dan lain-lain. Ekstrak adalah preparat kering, kental atau cair, dibuat dengan cara yang sederhana seperti mengekstraksi tumbuhan atau hewan dengan cara yang sesuai di bawah pengaruh sinar matahari langsung.

Biasanya langkah pertama dalam memisahkan senyawa organik dari bahan alami adalah mengekstraksi sampel dengan pelarut organik. Teknik umum untuk mengekstraksi senyawa organik dari bahan alami meliputi maserasi, perkolasi, infudasi, dan sokhletasi.

Pada percobaan kali ini menggunakan jenis ekstraksi padat-cair pada suatu larutan, dan proses sokletasi. Dimana praktikum kali ini yang proses ekstraki yaitu kulit manggis sebagai sampel dan mengunakan pelarut etanol, karena pelarut etanol bersifat polar dan universal. Sifat pelarut yang sesuai adalah pelarut yang mampu melarutkan zat yang cukup tinggi untuk diekstraksi.

Hasil yang diperoleh pada percobaan menggunakan proses ekstraksi pelarut berupa pelarut yang diteteskan ke dalam ruang ekstraksi akan mengenai sampel di timbal dan mengekstraksi senyawa di dalam sampel, dan pelarut akan melewati xifone. Jika xifone memiliki mencapai permukaan xifone, semua cairan pelarut akan jatuh kembali ke labu alas bulat. Terdapat hingga 8 siklus sengatan listrik dalam satu siklus proses ekstraksi pelarut menggunakan teknologi ekstraksi Soxhlet.

IX. PERMASALAHAN

1. Mengapa pada saat proses ekstraksi ini banyak menggunakan pelarut etamol, dan apakah bisa menggunakan pelarut selain etanol?

2. apa prinsip dari ekstraksi pelarut ini?

3. mengapa semakin banyak jumlah siklus maka senyawa yang terekstrak dengan pelarut akan semakin maksimal?

XI. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan ekstraksi pelarut tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

Ekstraksi merupakan prosedur pemisahan yang menggunakan  prinsip perbedaan kelarutan dalam sistemnya. Proses pemisahan ekstraksi pelarut merupakan prosedur  pemisahan yang menggunakan media pelarut dalam menentukan kuantitas ekstrak yang akan dipisahkan.  Ekstraksi pelarut menyangkut distribusi suatu zat trlarut (solut) diantara 2 fasa cair yang tidak saling bercampur teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih baik untuk zat organic maupun untuk zat anorganik.

XII. DAFTAR PUSTAKA

Melia, Verdiana. 2018. Pengaruh Jenis Pelarut Pada Ekstraksi Menggunakan Gelombang Ultrasonik Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Lemon. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan. Vol.7. No.4

Rondang, Tambun. 2016. Pengaruh Ukuran Partikel, Waktu Dan Suhu Pada Ekstraksi Fenol Dari Lengkuas Merah. Jurnal Teknik Kimia. Vol.5. No.4

Sri, Atun. 2016. Metode Isolasi Dan Identifikasi Struktur Senyawa Organik Bahanalam. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur. Vol.8. No.2

Komentar

  1. baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 2. Ekstraksi merupakan prosedur pemisahan yang menggunakan prinsip perbedaan kelarutan dalam sistemnya. Proses pemisahan ekstraksi pelarut merupakan prosedur pemisahan yang menggunakan media pelarut dalam menentukan kuantitas ekstrak yang akan dipisahkan

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Dimana semakin banyak siklus yang terjadi maka akan semakin baik pula hasil ekstraksi dengan menggunakan metode soxhlet ini

    BalasHapus
  3. baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. pelarut etanol digunakan karena etanol merupakan senyawa yang mudah menguap. kemudian selain etanol kita dapat menggunakan pelarut metanol

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID