JURNAL PEMISAHAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
JURNAL PEMISAHAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LENNY
FRISKHA TAMBA
NIM : A1C119035
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. Judul
: Pemisahan Kromatografi Lapis Tipis
II. Hari/tanggal
: Senin/ 03 Mei 2021
III. Tujuan : Adapun
tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Untuk
mengetahui bagaimana cara memisahkan larutan dengan menggunakan metode
kromatografi lapis tipis
2. Untuk
mengetahui hasil rf yang diperoleh
IV. Landasan Teori
Kromatografi lapis tipis
merupakan salah satu jenis kromatografi cair karena menggunakan peralatan yang
sederhana hanya memerlukan waktu analisis yang relatif singkat, sehingga
menggunakan peralatan yang sederhana dan tidak memerlukan biaya yang tinggi,
sehingga banyak digunakan untuk pemisahan dalam prosesnya. Kromatografi lapis
tipis juga dapat digunakan untuk memisahkan senyawa sebanyak mungkin, dan setiap
pelat dapat memisahkan hingga 60 sampel, sehingga masih digunakan sebagai
teknik pemisahan hingga saat ini (Saadah, 2017).
Pemisahan kromatografi
kolom adsorpsi didasarkan pada adsorpsi komponen dalam campuran dan afinitas
pada permukaan fasa diam. Kromatografi kolom adsorpsi ini merupakan metode
pemisahan zat cair dan padat, dimana substrat padat berperan sebagai fase diam,
dan fase diam tidak larut dalam fase cair, dan pergerakannya adalah aliran zat
cair atau pelarut, yang membawa campuran tersebut. di sepanjang kolom. Menit.
Kemudian, pemisahan ini juga bergantung pada apakah ada kesetimbangan yang
dibentuk oleh antarmuka antara partikel adsorben dan pasar bergerak dan
kelarutan relatif dari komponen dalam fasa gerak (Underwood, 2002).
Ekstrak kayu manis
dianalisis dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan hasil fraksinasi.
Langkah-langkah analisis KLT adalah sebagai berikut: Ruang kromatografi diisi
eluen DCM: n-heksana 1: 1, ekstrak dan fraksi hasil kromatografi kolom
diletakkan pada pelat KLT yang telah diberi label (Nurul, 2017).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Chamber
klt
2. Gelas
ukur
3. Pipa
kapiler
4. Penjepit
5. Kertas
klt
6. Pensil
7. Penggaris
8. Gunting
9. Pinset
10. Pipet
tetes
11. Cup
plastic
5.2 Bahan
1. Kertas
saring
2. Sampel
3. Alizarin
red
4. Aquades
5. Butanol
6. Etanol
7. Amonia
8. Plat
tetes
VI. Prosedur
Kerja
1. Diukur
3 ml butanol , 1 ml etanol, 1 ml amonia setelah itu
2. Dimasukkan
ke dalam chamber klt Diguncang dengan satu arah larutan tersebut agar tercampur
merata
3. Larutan
yang telah dicampur tadi etanol , butano dan amonia itu merupakan eluen
4. Dimasukkan
kertas saring kedalam Chamber klt( cup plastik).
5. Disiapkan
kertas klt
6. Ditotolkam
sampel pada kertas klt (a) dan yang B sebagi standar ditotolkan alizarin red
pada kertas klt b.
7. Diangkat
kertas saring yang ditandai kertas saring telah terkena eluen
8. Dimasukkan
kertas klt ke dalam Chamber klt
9. Ditutup
Chamber klt
10. (Terjadi
perubahan warna pada sampel)
11. Diangkat
kertas klt dan diukur
link vidio
: https://youtu.be/1j723FJmLvQ
Pertanyaan:
1. Apa fungsi dari kertas KLT pada percobaan ini?
2. Mengapa pada percobaan ini menggunakan chamber
klt?
3. mengapa pada percobaan ini pada saat pembuatan
eluen perbandingan 3:1:1?
Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Pada percobaan pemisahan kromatografi lapis tipis ini digunakan chamber klt dengan tujuan dimana pada praktiknya digunakan sebagai wadah untuk menampung eluen.
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
BalasHapusfungsi dari kertas KLT yaitu digunakan untuk menganalisis warna primer atau Sekunder pada percobaan dengan menggunakan tinta.
baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 3. Dilakukan perbandingan pada pembuatan eluen bertujuan agar takaran yang dimasukkan kedalam chamber sesuai maka dapat memperoleh hasil yang maksimal sehingga tidak terjadi kesalahan dalam melakukan percobaan.
BalasHapus