JURNAL EKSTRAKSI PADA SENYAWA-SENYAWA ORGANIK
JURNAL EKSTRAKSI PADA SENYAWA-SENYAWA ORGANIK
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA
NIM : A1C119035
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. Judul : Ekstraksi Pada Senyawa-Senyawa Organik
II. Hari/tanggal : Senin/ 17 Mei
2021
III. Tujuan : Adapun tujuan pada praktikum kali ini
yaitu :
1. Memisahkan komponen penyusun campuran
senyawa dalam fase cair
2. Mengidentifikasi senyawa aktif yang
terdapat pada daun jambu air dengan ekstraksi solven
IV. Landasan
Teori
Ekstraksi adalah
kegiatan mengekstraksi komponen kimiawi yang larut, sehingga dapat dipisahkan
dari zat yang tidak larut dengan menggunakan pelarut cair. Senyawa aktif yang
terdapat dalam berbagai situasi sederhana dapat dibedakan menjadi minyak
atsiri, alkaloid, flavonoid dan lain-lain. Mengetahui senyawa aktif yang
terkandung dalam bahan sederhana akan memudahkan pemilihan pelarut melalui
ekstraksi yang tepat. Ekstrak adalah preparat kering, kental atau cair, dibuat
dengan cara yang sederhana seperti mengekstraksi tumbuhan atau hewan dengan
cara yang sesuai di bawah pengaruh sinar matahari langsung (Rondang, 2016).
Ekstraksi adalah metode
pemisahan zat berdasarkan pelarut yang sesuai, baik organik maupun anorganik.
Biasanya langkah pertama dalam memisahkan senyawa organik dari bahan alami
adalah mengekstraksi sampel dengan pelarut organik. Teknik umum untuk
mengekstraksi senyawa organik dari bahan alami meliputi maserasi, perkolasi,
infudasi, dan sokhletasi (Sri, 2016).
Ekstraksi adalah
kegiatan mengekstraksi komponen kimiawi yang larut, sehingga dapat dipisahkan
dari zat yang tidak larut dengan menggunakan pelarut cair. Senyawa aktif yang
terdapat dalam berbagai situasi sederhana dapat dibedakan menjadi minyak
atsiri, alkaloid, flavonoid dan lain-lain. Mengetahui senyawa aktif yang terkandung
dalam bahan sederhana akan memudahkan pemilihan pelarut melalui ekstraksi yang
tepat. Ekstrak adalah preparat kering, kental atau cair, dibuat dengan cara
yang sederhana seperti mengekstraksi tumbuhan atau hewan dengan cara yang
sesuai di bawah pengaruh sinar matahari langsung (Melia, 2018).
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
a) Heating
mantle
b) Labu
alas bulat
c) Chamber
d) Kondensor
e) Statig
dan klem
f) Gelas
ukur
g) Gelas
beker
h) Corong
pemisah
i) Batang
pengaduk
j) Batu
didih
k) Neraca
analitik
l) Kertas
saring
5.2 Bahan
a. Kulit
manggis
b. Etanol
VI. PROSEDUR KERJA
1. Timbang
labu alas bulat beserta batu didihnya dengan neraca analitik
2. Timbang
kertas saring dengan neraca analitik
3. Timbang
sampel sebanyak ±10 gr
4. Dimasukkan
sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali (jangan lupa
diolesi vaselin)
5. Pastikan
serangkaian alat soxhlet dalam kondisi lurus
6. Ukur
volume pelarut yang akan digunakan (200 mL)
7. Tuang
ke dalam labu alas bulat
8. Masukkan
batu didih ke dalam labu alas bulat (agar ketika pemanasan tidak terjadi
percikan)
9. Tutup
dengan termometer (termometer diolesi vaselin terlebih dahulu)
10. Nyalakan
pompa kondensor
11. Nyalakan
heating mantle
Permasalahan:
1. Bagaimana prinsip kerja metode
ekstraksi?
2. Pada percobaan ini apa fungsi dari batu
didih?
3. Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk
metode ekstraksi ini?
Link video : https://www.youtube.com/watch?v=iXNgjkl9gRs
baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Prinsip dasar ekstraksi adalah melarutkan senyawa polar dalam pelarut polar dan senyawa non-polar dalam pelarut non-polar
BalasHapusbaiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 3. pada percobaan ini bahan yang digunakan adalah kulit manggis dan juga etanol
BalasHapusBaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 2. Pada percobaan ini batu didih berfungsi agar pada saat pemanasan tidak terjadi suatu percikan yang dapat mempengaruhi percobaan.
BalasHapus