JURNAL REAKSI-REAKSI KETON

 

JURNAL REAKSI-REAKSI KETON

PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

                                                                       


 
 






NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA

                NIM      : A1C119035

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

                                                                       2021

 

 I.     Judul                  : Reaksi-Reaksi Keton

 II.   Hari/tanggal       : Senin/ 05 April 2021

 III.  Tujuan               : adapun tujuan dari praktikum ini adalah:

       Untuk mengidentifikasi senyawa keton pada tes iodoform

 IV. Landasan Teori

Gugus karbonil bersifat polar, sebagai akibatnya menyebabkan  senyawa keton polar. Gugus karbonil dapat bereaksi dengan menggunakan air melalui ikatan hidrogen, sebagai akibatnya keton larut pada air. Ia adalah akseptor ikatan hidrogen. ikatan hidrogen menggunakan dirinya sendiri. Hal ini menciptakan keton lebih gampang menguap daripada alkohol dan asam karboksilat (J.Ralp fessenden, 1982).

Keton dikelompokkan menurut substituen mereka. Salah satu pembagian terstruktur mengenai keton membagi senyawa ini sebagai keton simetris dan keton nir simetris tergantung berdasarkan kemungkinan dua substituen organik bergabung ke pusat karbonil. Aseton dan benzofenon (C6H5C(O)C6H5) termasuk keton simetris. Asetofenon (C6H5C(O)CH3) merupakan model keton tidak simetris. Di ilmu stereokimia, keton tidak simetris dikenal  bersifat prokiral (Anshary Isfan, 1990).

Keton  memiliki gugus asli dengan gugus  alkil yang lain atau  gugus  aril  yang  terikat dengan  karbon  karbonil.  Beberapa hormon steroid mengandung gugus fungsional  keton,  seperti  testoteron dan progesteron. Keton yang paling sederhana  yaitu  aseton (CH3COCH3),  yang  mana  atom karbonil  terdapat  2  gugus  metil. Keton memiliki aroma fruity dan aroma floral  dan  berperan  penting  pada produk pangan fermentasi. Keton  memiliki  struktur  dan tata nama yang mengandung gugus karbonil  (C=O),  tata  nama  keton adalah  alkil  keton  atau  propanon. Keton  larut  dalam  air  dan  titik didihnya  sebanding  dengan kenaikan berat molekul (Mumpuni, 2010).

Aseton merupakan keton yg paling penting. Ia berupa cairan volatil (titik didih 56°C) dan mudah terbakar. Aseton dapat dibuat macam-macam senyawa organik, dan banyak digunakan menjadi pelarut pernis, lak & plastik. Tidak seperti pelarut organik lainnya, aseton bercampur menggunakan air pada segala perbandingan. Sifat ini digabungkan menggunakan volatilitasnya. Salah satu metode pembuatan aseton adalah melalui dehidrogenasi isopropil alkohol dengan bantuan katalis tembaga (Harold, 1983)

V.      Alat & Bahan

5.1     Alat

1.  Tabung reaksi

2.  Rak tabung reaksi

3.  Pipet tetes

4.  Pembakar Bunsen

 

5.2     Bahan

1.  Larutan aseton

2.  NaOH

3.  Iodin

4.  Aquades

VI.    Prosedur Kerja

1. Dimasukkan 8-10 tetes aseton ke dalam tabung reaksi

2. Ditambahkan beberapa tetes aquades ke dalam tabung reaksi

3. Ditambahkan 10-12 tetes NaOH ke dalam tabung reaksi

4. Dilakukan pengocokan

5. Ditambahkan iodin ke dalam tabung reaksi

6. Dipanaskan tabung reaksi di atas api

7. Didinginkan selama beberapa saat, amati perubahan yang terjadi

 

Video : https://youtu.be/Xi52KvHOZJI

 VII. Permasalahan

1. mengapa pada percobaan ini perlu ditambahkan aquades dan NaOH?

2. Apa fungsi dari pemanasan pada percobaan ini?

3. Mengapa setelah pemanasan larutan dibiarkan selama 5-6 menit?jelaskan

 

 

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 2. Fungsi dari pemanasan pada percobaan ini yaitu untuk mempercepat terjadinya reaksi

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Yiyin Novela dengan NIM A1C119062 akan menjawab pertanyaan nomor 1. ditambhakannya Aquades pada percobaan ini yaitu sebagai pelarut, dan penambahan NaOH berfungsi sebagai oksidator. Penambahan NaOH dilakukan agar larutan menjadi alkalin atau bersifat basa sehingga dapat terjadi penambahan gugus hidroksil di karbonil.

    BalasHapus
  4. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3. Jadi tujuan dibiarkannya selama 5 sampai 6 menit adalah supaya larutan tersebut cepat kembali ke suhu normal dan memudahkan praktikan untuk melakukan pengamatan hasil percobanannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID