JURNAL REAKSI FENOL

 

JURNAL REAKSI FENOL

PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

                                                                      






NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA

                NIM      : A1C119035

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

                                                                       2021

 

 I.     Judul                  : Reaksi Fenol

 II.   Hari/tanggal        : Senin/ 19 April 2021

 III.  Tujuan               : Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:

1.      Untuk mengidentifikasi reaksi reaksi fenol

2.      Untuk mengidentifikasi tingkat pH fenol

IV.        Landasan Teori

Senyawa fenol adalah salah satu senyawa yang diseminasi pada bagian tumbuhan  dengan kualitas yang tidak sama atau berbeda-beda pada setiap bagian tumbuhan. Senyawa fenol juga banyak dibagian daun. Senyawa-senyawa yang biasanya memiliki reaksi antioksidan adalah senyawa fenol yang memiliki gugus hidroksil (–OH) dan gugus alkoksi (-OR). Fenol terdistribususi pada tumbuhan bermanfaat sebagai antioksidan biasanya digunakan untuk mencegah reaksi radikal bebas (Lestari, 2018).

Fenol merupakan senyawa organik aromatik dengan fufus fungsinya yaitu hidroksi (OH). Pada fenol gugus OH terikat pada karbon padai cincin aromatik. Fenol sifatnya asam (asam karbolat). Pada umumnya fenol diberi nama menurut senyawa induknya fenol telah diketahui lama sebelumnya pengetahuan kimia organik sebanyak-banyaknya mempunyai nama-nama umum metil fenol misalnya dikenal sebagai kresol (Harold, 2008).

Fenol adalah suatu senyawa aromatik yang struktur kimianya diturunkan dari benzene. Senyawa fenol cenderung larut dalam air, umumnya berikatan dengan gula sebagai glikosida, dan biasanya terdapat dalam vakuola sel. Senyawa fenolik merupakan senyawa yang memiliki gugus hidroksil dan paling banyak terdapat dalam tumbuhan. Polifenol memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya dan spektrum yang luas dengan kelarutan yang berbeda-beda. Senyawa ini mungkin secara tidak langsung menunjukkan aktivasi sistem pertahanan endogen dengan proses modulasi signal seluler (Faridiatul, 2018).

V.      Alat & Bahan

5.1     Alat

1.  Tabung reaksi

2.  Rak tabung reaksi

3.  Pipet tetes

4.  Sudip

5.  Pengaduk

6.  Kertas Indikator Universal

7.     Gelas Beker

 

5.2     Bahan

1.  Fenol

2.  Air (panas dan dingin)

3.  Padatan besi (II) Klorida

4.  Air bromin

5.  Padatan Natrium Karbonat

6.  Natrium Hidroksida

 

VI.    Prosedur Kerja

6.1    Uji Kelarutan

1.      Ditambahkan 4 sudip fenol ke dalam tabung reaksi

2.      Ditambahkan 8 ml air dan diaduk dengan hati-hati

3.      Diletakkan tabung reaksi ke dalam gelas beker yang berisi air panas kemudian diaduk

4.  Didinginkan tabung reaksi dengan dimasukkan ke dalam gelas beker yang berisi air dingin kemudian diaduk

5.      Dipindahkan 1 ml larutan fenol tersebut ke dalam 2 tabung reaksi yang berbeda

6.   Ditambahkan air ke dalam tabung reaksi sisa larutan fenol tadi kemudian ditambahkan sedikit padatan besi (II) klorida

7.      Diamati hasil percobaan

 

6.2     Reaksi dengan Bromin

1.     Digunakan fenol cair pada tabung reaksi pertama dari percobaan sebelumnya lalu ditambahkan air bromin

2.      Digoncang tabung reaksi

3.      Diamati hasil percobaan

 

6.3    Uji Keasaman

1.      Digunakan fenol pada tabung reaksi kedua dari percobaan sebelumnya

2.      Diteteskan larutan fenol pada selembar kertas indicator universal

3.      Ditambahkan padatan natrium karbonat lalu tabung reaksi digoncangkan

4.      Diamati perubahan yang terjadi

 

6.4    Reaksi fenol dan natrium hidroksida

1.      Ditambahkan sebanyak satu sudip fenol ke dalam tabung reaksi

2.      Ditambahkan 1 ml 0,5 M Natrium Hidroksida ke dalam tabung reaksi kemudian digoncang

3.      Diamati hasil percobaan

 

Video : https://youtu.be/NOVkLMrw2ls

Pertanyaan:

1. mengapa fenol tidak larut dalam air?

2. mengapa pada uji kelarutan dilakukan dua perlakuan, yaitu air panas dan air dingin?dan apa hasil dari dua perlakuan tersebut?

3. mengapa pada percobaan ini banyak dilakukan pengadukan? Jelaskan!

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Pengadukan tersebut dilakukan agar larutan tercampur secara homogen

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
    fenol itu sebenarnya masih pada golongan alkohol, sama seperti metanol, etanol dan sebagainya. akan tetapi, karena strukturnya itu lebih pada senyawa organik siklis, dan lebih sering senyawa siklis itu stabil pada pelarut polar, maka mempengaruhi fenol sebagai senyawa yang lebih identik ke senyawa kovalen non polar, meski pada kenyataannya dia memiliki nilai pKa.
    nilai pKa bermakna bahwa ia (fenol) dapat mendonorkan proton H+ pada keadaan air. larut dan tidak memang tidak berkaitan dengan senyawa kovalen atau ionik, akan tetapi lebih sering pada momen dipol terhadap momen dipol pelarut

    BalasHapus
  4. baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 2. dilakukan uji kelarutan dua perlakuan yaitu air panas an air dingin adalah karena pada air panas dilkukan agar mempercepat reaksi sehingga hasil yang didapatkan berupa fenol yang larut dalam air panas dan pada air dingin dilakukan agar larutan kembali homogen sehingga dari perlakuan tersebut (larutan yang didinginkan) didapatkan hasil yaitu terdapat padatan fenol yang muncul kembali.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID