JURNAL PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
JURNAL
PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA
NIM : A1C119035
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
Judul
: Pembuatan Sikloheksanon
II. Hari/tanggal
: Senin/ 26 April 2021
III. Tujuan : Adapun
tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Untuk
mensintesis sikloheksanol dari pengurangan sikloheksanon dengan menggunakan
natrium borohidrida
2. Untuk
mengkarakterisasi produk reduksi menggunakan spektroskopi IR
IV. Landasan Teori
Sikloheksanon
merupakan senyawa organik yang mempubnyai 6 karbon siklik dan suatu gugus
keton. Sikloheksanon berfungsi sebagai bahan dasar pembuatan nilon.
Sikloheksanon menggunakan senyawa K2CrO7 berfungsi sebagai oksidator tetapi
K2CrO7 memiliki sifat karsinogen dan spesi yaitu Cr (III) sangat beracun dan
berbahaya terhadap lingkungan ( Muchtandi, 2010).
Sikloheksanon
oksim adalah sangat penting dalam bidang industri dikarenakan dapat digunakan
untuk memperoleh kaprolaktam. Kaprolaktam merupakan bahan dasar untuk pembuatan
nilon dan plastik. Amoksimasi sikloheksanon menjadi sikloheksanon oksim
merupakan reaksi antara sikloheksanon dan hidroksilamin sulfat (Harsayanto,
2016)
Pembuatan sikloheksanon merupakan
suatu contoh oksidasi alkohol sekunder alisiklis menjadi keton alisiklis dengan
oksidator kalium dikrommat dalam suasan asam
C6H11
– OH →
C6H8 = O = H2O
Sikloheksanol sikloheksanon
Mekanisme reaksinya:
Cr2O72-
= 14 H+ + 3e- →
2Cr3+ + 7H2O
H
|
C – OH → C = O + 2e-
Tingkat oksidasi C dalam sikloheksanol adalah nol. Sedangkan
dalam sikloheksanon adalah 2+ (Tim Kimia Organik, 2021).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Tabung
reaksi 5 ml
2. Tabung
reaksi 10 ml
3. Silinder
ukur 250 ml
4. Spatula
5. Rotary
evaporator
6. Spectrometer
7. Rak
tabung reaksi
8. Pipet
tetes
9. Botol
sampel
5.2 Bahan
1. Methanol
2. Sikloheksanon
3. Es
4. Natrium
borohidrida (NaBH4)
5. NaOH
3 M
6. Larutan
diklorometana (CH2Cl2)
7. Air
suling
8. Natrium
Sulfat Anhidrat (Na2SO4)
9. Kertas
saring
VI. Prosedur kerja
1. Masukkan
5 ml methanol kedalam tabung reaksi
2. Tambahkan
2 ml sikloheksanon
3. Digoyangkan
tabung reaksi
4. Didinginkan
tabung reaksi didalam batu es
5. Setelah
didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya, terbentuk
larutan kuning bening
6. Tambahkan
Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi
7. Diaduk
tabung reaksi, terbentuk larutan kuning keruh
8. Didinginkan
kembali pada tumpukan es
9. Setelah
rekasi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama
10 menit sampai reaksi selesai, terbentuk larutan kuning
10. Diaduk
lalu ditambahkan NaOH 3 M 5 ml guna untuk menguraikan ester tubuh dalam larutan
11. Tambahkan
4 ml air suling
12. Digoyangkan
tabung reaksi, terbentuk 2 lapisan, atas keruh bawah bening
13. Diambil
lapisan atas dan dimasukkan kedalam gelas ukur
14. Dimasukkan
larutan kedalam corong pemisah
15. Ditambahkan
5 ml diklorometana
16. Digoncang
corong pemisah
17. Dipisahkan
lapisan bawahnya
18. Ulangi
langkah sebelumnya pada lapisan atas
19. Ditambahkan
diklorometana dalam corong pemisah
20. Digoncang
corong pemisah
21. Pisahkan
lapisan bawah kedalam gelas kimia
22. Ditambahkan
dengan natrium sulfat anhidrat
23. Diaduk
24. Disaring
larutan yang ada didalam gelas kimia tadi
25. Pindahkan
larutan kedalam labu alas bulat yang kecil bersih dan kering
26. Diuapkan
menggunakan pelarut pada rotary evaporator, terbentuk larutan bening
Permasalahan:
1. Mengapa
dilakukan pendingin pada larutan ini?
2. Apa fungsi dan
mengapa menggunakan corong pisah pada praktikum ini?
3. Kenapa pada
percobaan ini menggunakan Rotary evaporator?
Baiklah saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 akan menjawab no 2 yaitu menggunakan corong pisah berfungsi sebagai Pemisahan atau memfitrat residu / endapan dari larutan
BalasHapusbaiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izinmenjawab pertanyaan nomor 3. paa percobaan ini rotatory evaporator berfungsi untuk menguapkan hasil dari percobaan ini
BalasHapusBaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. Proses pendinginan pada larutan dilakukan karena suhu pada larutan tersebut masih belum optimal maka dilakukan pendinginan ini agar suhu pada larutan tadi bisa normal.
BalasHapus