JURNAL REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
JURNAL REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LENNY
FRISKHA TAMBA
NIM : A1C119035
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. Judul
: Reaksi-Rekasi Hidrokarbon
II.
Hari/tanggal : Senin/ 15
Maret 2021
III. Tujuan : adapun tujuan
dari praktikum ini adalah:
IV. Landasan Teori
Hidrokarbon
adalah senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen. Bergantung pada
sistem awalnya, mereka dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Hidrokarbon
alifatik dapat dibagi menjadi tiga bagian. Artinya, alkana yang mengandung
ikatan atau biasa disebut dengan alkana beku. Alkana dan alkena, masing-masing
memiliki dua dan tiga, atau disebut tak jenuh. Hidrokarbon aromatik adalah
senyawa siklik dengan struktur yang berhubungan dengan benzena yang mengandung
elektron pi dalam lingkaran seberat 6. Dalam percobaan selanjutnya, hidrokarbon
yang kaya dan alkana wangi bereaksi lambat dalam gelap, tetapi lebih cepat saat
terkena cahaya. Alkana tertinggal sedikit dalam kondisi netral atau basa untuk
prosesor karena kental, tetapi bereaksi dengan cepat. Suhu kamar digunakan (Tim
Kimia Organik I, 2021).
Kehadiran
hidrogen, karbon dan oksigen dapat dideteksi dengan pemanasan senyawa
hidrokarbon. Kehadiran karbon dalam senyawa organik menunjukkan konsentrasi
kapur karena hidrokarbon panas diproduksi oleh H. Efek pemanasan yang terlihat
mengubah fungsi kobalt, tetapi berubah dari biru menjadi merah muda. Ini karena
daun kobalt berubah menjadi merah muda saat bekerja dengan H2O (Willbraham,
2013)
Pokok
bahasan materi hidrokarbon termasuk hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna,
isomer hidrokarbon, dan reaksi. Produk Hidrokarbon memiliki banyak ciri antara
lain: Nama suatu senyawa asing bagi siswa karena tidak ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari. Hidrokarbon adalah bahan yang fleksibel, sehingga
membutuhkan waktu untuk mengirimkannya ke dalam kelas (Rima, 2019)
Biasanya,
semua hidrokarbon dengan rantai C-C memiliki fungsi C-C yang sama. Ketentuan kuantitas
dan hasil tergantung pada struktur senyawa tersebut. Senyawa dengan struktur
sederhana, seperti rantai alkana, dengan mudah mengatasi reaksi ilmiah yang
sama. Senyawa dengan banyak variasi dan keragaman garis sulit direpons (Heri,
2016)
V. LAT DAN BAHAN
5.1 alat
1. Tabung
reaksi
2. Gelas
kimia
3. Pipet
tetes
4. Lampu
spiritus
5. Kaki
tiga
6. Batu
didih
5.2 Bahan
1. Minyak
2. Air
(aquades)
3. Asam
nitrat
4. Benzen
5. H2SO4
VI. PROSEDUR
KERJA
6.1 Campuran asam nitrat dengan benzen
a. Campuran
asam nitrat dengan benzena dipanaskan
1. Dimasukkan campuran
asam nitrat dan benzena kedalam tabung reaksi
2. dimasukkan batu
didih kedalam campuran larutan
3. Dipanaskan asam
nitrat dengan benzena dan juga batu didih
4. Diamati hasil
perubahan warna yang dihasilkan
b. Campuran asam nitrat
dengan benzena didinginkan
1. Dimasukkan campuran
asam nitrat dan benzena kedalam tabung reaksi
2. dimasukkan batu
didih kedalam campuran larutan
3. Dimasukkan larutan
campuran asam nitrat, benzena dan batu didih kedalam es batu
4. Diamati hasil yang
teradi
6.2 Campuran minyak dengan H2SO4
1. Dimasukkan
minyak ke dalam tabung reaksi
2. Ditambahkan
dengan H2SO4
3. Diamati reaksi
yang terjadi
6.3 Campuran minyak dengan air
1. Dimasukkan
minyak ke dalam tabung reaksi
2. Ditambahkan
dengan air
3. Dikocok
Link video : https://www.youtube.com/watch?v=t0lewta-a-g
VII. PERMASALAHAN
1. reaksi apa yang terjadi pada saat pencampuran
minyak jelantah dengan klorofrom dan jelaskan mengapa bisa terjadi reaksi
seperti itu?
2. Apa yang terjadi pada pencampuran minyak dengan
larutan H2SO4?jelaskan!
3. Mengapa pada saat pencampuran minyak dan air,
terjadi pemisahan?jelaskan!
Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab permasalahan nomor 3. Minyak dan air terpisah atau tidak menyatu dikarenakan sifat molekulnya. Molekul air adalah molekul polar yang berarti salah satu ujung molekul memiliki muatan positif dan ujung lainnya memiliki muatan negatif. Hal ini memungkinkan molekul air untuk berikatan bersama. Hal ini yang menyebabkan minyak tidak bisa tercampur dengan air, dimana molekul mereka tidak bisa saling mengikat. Yang terjadi adalah molekul air saling menarik satu sama lain, dan molekul minyak saling menempel. Hal inilah yang menyebabkan air dan minhak terpisah membentuk dua lapisan.
BalasHapusBaiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 2. Pada saat pencampuran minyak dan juga H2SO4 terbentuklah 2 lapisan larutan dimana dibagian atas terbentuk larutan berwarna merah gelap sedangkan bagian bawah berwarna merah terang
BalasHapusBaiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab no 1. pencampuran minyak dengan H2SO4, dari pencampuran kedua larutan ini terjadi dua lapisan larutan dibagian atas merah gelap dan larutan dibagian bawah merah bening.
BalasHapus