JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID
JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA
NIM : A1C119035
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. Judul : Reaksi-Reaksi Aldehid
II. Hari/tanggal : Senin/ 22 Maret 2021
III. Tujuan : adapun
tujuan dari praktikum ini adalah:
Untuk membedakan reaksi senyawa aldehid dan
keton
IV. Landasan
Teori
Aldehid yaitu salah satu senyawa
karbon yang mempunyai gugus karbonil (C=O), gugus karbonil
ini diletakkan diujung
rantai karbon induk
yang diakhiri dengan atom
hidrogen.Senyawa aldehid mempunyai rantai utama
yang mengandung gugus –CHO dan
karbon pada CHO ditulis penomoran dengan nomor terendah. Aldehid adalah senyawa
yang mampu berikatan secara
kovalen sehingga dapat terjadi
modifikasi protein. Aldehid yaitu
senyawa polar dan memiliki titik didih dengan suhu tinggi dari pada senyawa
non-polar dengan berat
molekul yang sama. Aldehid
memiliki kurrang dari satu atom
hidrogen yang terikat pada karbon-karbonnya (Antonius, 2016).
Keton memiliki gugus asli dengan
gugus alkil yang lain atau gugus
aril yang terikat dengan karbon
karbonil. Beberapa hormon steroid
mengandung gugus fungsional keton, seperti
testoteron dan progesteron. Keton yang paling sederhana yaitu
aseton (CH3COCH3), yang mana
atom karbonil terdapat 2
gugus metil. Keton memiliki aroma
fruity dan aroma floral dan berperan
penting pada produk pangan
fermentasi. Keton memiliki struktur
dan tata nama yang mengandung gugus karbonil (C=O),
tata nama keton adalah
alkil keton atau
propanon. Keton larut dalam
air dan titik didihnya sebanding
dengan kenaikan berat molekul (Mumpuni, 2010).
Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi
oksidator oksidator lemah. Pereaksi tollens dan pereaksi fehling adalah
pereaksi untuk mengenali aldehid. Oksidasi aldehid menghasilkan asam
karboksilat. keton merupakan reduktor yang lebih lemah daripada aldehid zat
pengoksidasi seperti pereaksi fehling dan tollens tidak dapat mengoksidasi
keton.
Reduksi ketonmenghasilkan alkohol sekunder (Nana, 2007).
Aldehid memiliki paling sedikit satu atom hidrogen terikat
pada gugus karbonil. Gugus lainnya bisa saja gugus hidrogen, alkil atau aril.
Pada keton, atom karbon karbonil diikatkan dengan dua atom karbon lainnya. Bentuk IUPAC,
aldehida biasanya ditulis dengan akhiran –al. Aldehida sudah dikenal lama. Nama
tersebut dituliskan dibawah nama IUPAC-nya. Pada aldehid siklik, nama awalannya
ditulis dengan kata –karbaldehida. Sedangkan Aldehida aromatik biasanya meiliki
nama umum. Keton biasanya ditulis dengan kata akhiran –on pada bentuk IUPAC. Pada
gugus karbonil dituliskan penomoran sehingga memiliki nomor kecil. Biasanya
keton diberi nama dengan menambahkan kata keton setelah nama-nama gugus alkil
atau aril yang melekat pada gugus karbonil (Iqbal, 2016).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Asetaldehid
- Aseton
- 2,4
dinitrofenilhidrazin dalam HCl
- NH4OH
2N
- AgNO3 0,1N
- Fehling A
- Fehling B
- I2
dalam KI
- Aquadest
- NaOH 10%
5.2 Bahan
- Pipet Tetes
- Gelas
Piala/Beaker Glass
- Gelas Ukur
- Tabung
Reaksi
- Spiritus
- Kaki tiga
VI. Prosedur Kerja
6.1. Identifikasi Adanya Gugus Aldehid Dan
Keton
1. disediakan 2 tabung
reaksi
2. dimasukkan1ml
larutan 2,4 dinitrofenilhidrazin dalam HCl kedalam tabung 1
3. ditambahkan tetes
demi tetes asetaldehid
4. diamati perubahan
yang terjadi pada tabung 1
5. dimasukkan tetes
demi tetes aseton kedalam tabung 2
6. diamati perubahan
yang terjadi pada tabung 2
6.2 Identifikasi Menggunakan Reagen Tollens
1. disediakan 3 tabung
reaksi yang telah disiram dengan NaOH panas dan aquadest
2. dimasukkan AgNO3
0,1N pada tabung 1
3. ditetesi NaOH 10%
4. ditambahkan NH4OH
2N hingga endapan yang terbentuk larut
5. dibagi larutan yang
terbentuk menjadi dua tabung tabung reaksi
6.
ditambahkan beberapa tetes asetaldehid dan keton kedalam masing-masing tabung
reaksi
7. dipanaskan tabung
pada penangas air
8. diamati perubahan
reaksi yang terjadi
6.3 Identifikasi Menggunakan Reagen Fehling A Dan
B
1.
disediakan 2 tabung reaksi
2.
dicampurkan 4 tetes fehling A dan 4 tetes fehling B kedalam masing-masing
tabung reaksi
3.
ditambahkan 4 tetes asetaldehid dan 4 tetes aseton kedalam masing-masing tabung
reaksi
4.
dipanaskan 2 tabung reaksi pada penangas air selama 5 menit
5.
diamati perubahan yang terjadi
6.4 Tes Iodoform
1. dimasukkan I2
dalam KI kedua tabung yang berisi sampel
2. ditambahkan NaOH
kedalam tabung reaksi 1 hingga warna iodin hilang
3. ditambahkan NaOH
kedalam tabung reaksi 2 hingga warna menjadi kuning bening
4. dipanaskan 2 tabung
reaksi pada penangas air selama 5 menit
5. diamati perubahan
yang terjadi
Link video: https://youtu.be/xsrR4C9Ho4Q
VII.
Permasalahan
1. Apa perbedaan aldehid dan keton?
2. Mengapa pada uji reagen tollen dan fehling tabung
reaksi harus dibilas dengan NaOH panas dan aquadest?jelaskan!
3. kenapa
pada percobaan reagen fehling A dan B harus dipanasakan selama 5 menit?
perkenalkan saya yiyn novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 1. perbedaan antara aldehid dan keton terutama dari rumus molekulnya dimana aldehid memiliki rumus molekul RCOH, sedangkan keton memiliki rumus molekul RCOR. selain itu, aldehid dan keton dapat dibedakan dengan reaksi Fehling dan Tollens, dimana aldehida dapat bereaksi dengan Fehling menghasilkan endapan merah bata dan Tollens menghasilkan endapan perak, sedangkan keton tidak dapat bereaksi dengan Fehling dan Tollens.
BalasHapusAssalamualaikum perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 akan menjawab pertanyaan no 2 yaitu tabung reaksi perlu dibilas atau dibersihkan dengan NaOH dan aquades untuk mensterilkan tabung reaksi tersebut agar tidak ada zat yang terkontaminasi didalam tabung tersebut dan agar saat melakukan percobaan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan karena tabung reaksi sudah steril dan tidak terkontaminasi dengan zat lain.
BalasHapusbaiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab nomor 3. pada uji coba dengan fehling A dan juga fehling B diperlukan pemanasan terlebih dahulu karena agar senyawa yang direaksikan tersebut dapat bereaksi dan dapat dihasilkan, hasil yang diinginkan
BalasHapus