JURNAL PEMISAHAN ZAT PADAT
JURNAL
PEMISAHAN ZAT PADAT
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LENNY
FRISKHA TAMBA
NIM : A1C119035
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
Judul : Pemisahan
Zat Padat
II.
Hari/tanggal : Senin/ 08
Maret 2021
III. Tujuan : adapun
tujuan dari praktikum ini adalah:
Untuk
mengetahui bagaimana cara melakukan pemurnian garam dengan menggunakan titrasi
dan penguapan kristalisasi
IV. Landasan
Teori :
Rekristalisasi yaitu metode yang dapat memurnikan
zat padat organim yang sering digunakan dan sangat efektif dari suatu senyawa
campuran zat padat. Cara melakukan kristalisasi ini yaitu dengan melarutkan
suatu pelarut yang sudah tepat disekitar titik didihnya, setelah itu saring
larutan tersebut selagi panas, tujuannya untuk memisahkan zat padat yang tidak larut
didalam pelarut tersebut. Prinsip rekristilasi yaitu bahwa senyawa tersebut
dalam campuran akan berbeda dari campuran lainnya, hal ini disebabkan karena
campuran yang sudah direkristilasi memiliki sifat kelarutan suatu sistem
tertentu (Tim Penuntun Kimia Organik 1, 2021).
Rekristalisasi
adalah pemurnian zat padat berdasarkan campuran atau pengotornya dilakaukan
dengan menggunakan cara pengkristalkan
zat tadi sehabis dilarutkan pada pelarut yg tepat atau sesuai. Untuk blotong
diperlukan sebagai pelarut air yang bersih. Pada saat pemurnian dan
rekristalisasi limbah blotong belum
pernah dilakukan.selain kesalahan industri limbah blotong yang belum dacampurkan
tekandung larutan zat KlO3 yang tidak tercampur dengan baik. Walaupun diaduk
dengan cara manual maupun alat penggiling masih saja belom sempurna hal ini
dikarenakan adanya penyemprotan pada yodisasi (Nilawati, 2015).
Rekristalisasi
merupakan metode yang paling mudah untuk memurnikaan suatu zat padat, atas
perbedaan zat yang diinginkan dan kotorannya. Pada saat melakukan rekristalisasi
suatu produk tidak murni dilarutkan dan diendapkan kembali hingga berulang
kali. Untuk memanipulasi suatu larutan sangat membutuhkan pemahaman
kesetimbangan yang ada pada tidak tercampur dan larutannya. Pada saat
pengendapan terjadinya tarik menarik zat terlarut terjadi kembali pada saat zat
terlarut meninggalkan larutan (Oxtoby, 20120)
Sedimentasiadalah
pemisahan antara campuran padatan dengan cairan menggunakan gaya gravitasi.
pemisahan ini diperoleh cairan jernih dan padatan pada konsentrasi tinggi.
metode sedimentasi ini dapat diteliti dengan observasi pada tes batch settling.
tes batch settling ini adalah letika terjadi pengendapan dalam silinder kaca
dikarenakan adanya partikel-partikel padatan pada suatu slurry. Faktor yang
mempengaruhi pada sedimentasi ini yaitu pada saat terjadinya kecepatan pengendapan
partikel padatan turun kebawah, dengan terjadinya kecepatan pengendapan
tersebut dapat diperoleh waktu pengendapan yang efektif (Sumbiri, 2020)
V. Alat & Bahan
5.1 Alat
1. Erlenmeyer
2. Timbangan
3. Hot Plate
4. Corong Buchner
5. Gelas ukur
6. Timbangan analitik
5.2 Bahan
1. Aspirin
2. Norit (Arang)
3. Etanol 96%
4. Aquades
5. Kertas saring
VI. Prosedur Kerja
1. Ditimbang aspirin sebanyak 5 gram kemudian pindahkan ke dalam erlemeyer
2. Dilarutkan dengan 15 ml etanol hangat dalam Erlenmeyer
3. Dituangkan sebanyak 40 ml aquades hangat ke dalam larutan aspirin-etanol
4. Ditambahkan norit ke dalam larutan campuran aspirin lalu digoncangkan
5. Dipanaskan larutan dalam Erlenmeyer tadi di atas hot plate
6. Disaring larutan dalam keadaan panas dengan cepat
7. Didinginkan Erlenmeyer yang berisi larutan yang telah disaring di atas es batu
8. Ditimbang kertas saring
9. Larutan disaring menggunakan corong Buchner yang telah diletakkan kertas saring di atasnya
10. Hasil penyaringan dikeringkan pada suhu kamar lalu ditimbang
Berikut literatur vide pada percobaan ini:
Video : https://youtu.be/RLtYRJJFCJw
Pertanyaan:
1.
Apa tujuannya larutan garam pada saat dipanaskan harus sambil diaduk? jelaskan!
2.
Apakah ada metode selain rekristalisasi untuk melakukan pemurnian zat padat?
3.
Apa prinsip dari metode rekristalisas?
Assalamualaikum saya Marwina Apriyanti (A1C119017) akan menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusprinsip dasar dari proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan zat pengotornya.
baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2
BalasHapusiya tentu ada metode selain rekristalisasi yang digunakan untuk melakukan pemurnian zat padat, yakni salah satunya adalah sublimasi. sublimasi adalah proses perubahan zat (biasanya pada pemanasan) dari padat ke gas (atau dari gas ke padat) tanpa melalui fase cair.
Saya Novia Rahmadhani dengan Nim A1C119023 izin menjawab pertanyaan nomor 1, tujuan larutan garam pada saat dipanaskan harus sambil diaduk agar kristal-kristal murni dari garam menjadi lebih cepat terbentuk.
BalasHapus