jurnal percobaan penentuan kelas larutan

JURNAL PERCOBAAN PENENTUAN KELAS KELARUTAN

PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 


 

            






NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA

                NIM      : A1C119035

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

                                                                            2021

 

PERCOBAAN 2

I.     Judul : Penentuan Kelas Kelarutan

 

II.    Hari, tanggal : Senin, 22-februari-2021

 

III.   Tujuan : untuk menentukan kelarutan gula dalam air

IV.    Landasan Teori :

Untuk meningkatkan kelarutan padatan zat terlarut yaitu dengan penentuan suhu larutan. Pada  peningkatan suhu, terjadi suatu reaksi dimana larutan menyerap energi sehingga larutan meningkat, akan tetapi jika larutan melepas energi dengan seiringnya kenaikan suhu maka larutan tersebut akan menurun. Contohnya, gula yang larut dalam air panas lebih cepat dari pada gula yang larut dalam air dingin. Dengan meningkatnya suhu maka akan menyebabkan menurunnya kelarutan dan laju larutan. (wardani, 2020)

Polaritas pelarut sangat dipengaruhi pada kelarutan suatu zat. Pelarut polar akan melarutkan zat-zat polar dan ionik, dan sebaliknya. Kelarutan juga berkaitan pada struktur zat, gugus polar dan non polar dari suatu molekul. Jika semakin panjang rantai gugus non polar pada suatu zat, maka semakin sukar zat tersebut larut dalam air. Senyawa nonpolar akan mudah larut dalam senyawa nonpolar, contohnya lemak mudah larut dalam minyak. Senyawa nonpolar biasanya tidak larut dalam senyawa polar, misalnya NaCl tidak larut dalam minyak tanah. (Rozi, 2018)

Pada kelarutan terdapat Jenis-jenis pelarut yang biasanya digunakan untuk melarutkan yaitu Pelarut Polar, Pelarut non Polar, Pelarut Semipolar. Dan Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan adalah yang pertama Intensitas Pengadukan, pH Medium, Temperatur Percobaan, Komposisi Cairan Pelarut, Tegangan Muka, Polimorfi , Pengaruh Surfaktan, dan Ukuran Partikel. (fachrul. 2018)

Kelarutan pada obat yaitu kadar yang sangat penting untuk mencukupi Konsentrasi obat yang diinginkan Dalan sirkulasi sistemik untuk mencukupi Respon dari farmakologis Obato-batan yang mempunyai kelarutan yang sangat tidak baik dan akan membutuhkan dosis tinggi untuk mencukupi Konsentrasi Plasma Terapeutik Setelah Pemberian oral. Kelarutan Yang Rendah Adalah Masalah utama yang dihadapi pada Pengembangan obat baru.Sebagian besar Obat Murupakan Assam Lemah Atau Basa Lemah Yang memiliki kelarutan yang sangat tidak baik. (dara, 2017)

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

          Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:

1.      Gelas

2.      Sendok

3.      Stopwatch

4.      Gelas ukur

5.2         Bahan

          Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:

1.      Air panas

2.      Air dingin

3.      Air mineral

4.      Gula pasir

5.      Gula halus

6.      Gula tumbuk

 

VI.        PROSEDUR KERJA

6.1         Uji kelarutan 1 menggunakan gelas no 1,2,3

  1. Disediakan 3 gelas plastik dan berbagai jenis air (air mineral, air es dan air panas)
  2. Dituangkan air mineral (1), air es (2) dan air panas (3)
  3. Dimasukkan 1 sendok gula pasir kedalam gelas palastik yang berisi jenis air yang berbeda
  4. Diaduk dengan sendok dengan kecepatan sedang, dan dihitung dengan menggunakan stopwatch kemudian dicatat hasilnya

6.2         uji kelarutan 2 menggunakan gelas no 4,5,6

  1. Dimasukkan air mineral kedalam gelas no 4,5 dan 6.
  2. Dimasukkan gula kedalam gelas no 4,5 dan 6.
  3. Pada gelas no 4 diaduk dengan kecepatan tinggi dan hitunglah waktu yang dihasilkan
  4. Pada gelas no 5 diaduk dengan kecepatan sedang dan hitunglah waktu yang dihasilkan
  5. Pada gelas no 6 diaduk dengan kecepatan pelan dan hitunglah waktu yang dihasilkan

6.3         Uji kelarutan 3 menggunakan gelas no 7,8,9

a.       Dimasukkan air mineral kedalam gelas no 7,8 dan 9

b.      Pada gelas no 7 masukkan gula pasir dan diaduk dengan kecepatan sedang dan dicatat waktunya

c.       Pada gelas no 8 masukkan gula tumbuk dan diaduk dengan kecepatan sedang dan dicatat waktunya

d.      Pada gelas no 9 masukkan gula halus dan diaduk dengan kecepatan sedang dan dicatat waktunya

Berikut video yang digunakan pada percobaan ini:

https://youtu.be/RDPK6664SaA

 

Permasalahan:

1. Mengapa pada saat kita melarutkan gula kedalam air panas gula tersebut mudah larut?

2. Pada percobaan ini kelarutan gula dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebutkan dan jelaskan?

3. Pada percobaan ini digunakan beberapa jenis gula (gula pasir, gula tumbuk dan gula halus) gula yang cepat larut dalam air yaitu ?jelaskan!

 

Komentar

  1. Assalamualaikum perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 akan menjawab pertanyaan no 1 jadi jika suhu tinggi SuhuPemanasan pelarut dapat mempercepat larutnya zat terlarut. Pelarut dengan suhu yang lebih tinggi akan lebih cepat melarutkan zat terlarut dibandingkan pelarut dengan suhu lebih rendah. Ketika pemanasan dilakukan, partikel pada suhu tinggi bergerak lebih cepat dibandingkan pada suhu rendah. Akibatnya, kontak antara zat terlarut dengan zat pelarut menjadi lebih efektif. Hal ini menyebabkan zat terlarut menjadi lebih mudah larut pada suhu tinggi. Kebanyakan benda padat sulit larut bila suhu pelarutnya rendah. Sebaliknya, benda padat lebih mudah larut bila suhu pelarutnya tinggi.

    BalasHapus
  2. Saya Novia Rahmadhani dengan nim A1C119023 izin menjawab soal nomor 2. Faktor faktor yang mempengaruhi kelarutan gula yang pertama ada suhu. Semakin tinggi suhu maka akan semakin cepat gula larut. Yang kedua ada ukuran zat terlarut. Semakin kecil ukuran zat terlarut makan akan semakin cepat gula larut, yang ketiga ada volume pelarut, apabila volume pelarut lebih banyak dari zat terlarut maka akan meningkatkan kelarutan. Dan yang keempat ada pengadukan. Proses pengadukan akan mempercepat gula larut

    BalasHapus
  3. Perkenalkan saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab permasalah nomor 3. Gula yang lebih cepat larut adalah gula halus, dikarenakan ukuran gula halus yang kecil. Dimana semakin kecil ukuran partikel gula, maka semakin cepat pula gula akan larut. Dan sebalikanya semakin besar partikel gula maka akan semakin lama gula tersebut akan larut

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID