Jurnal Modifikasi Alat alat Praktikum Kimia Organik

Jurnal Percobaan 3, Modifikasi Alat alat Praktikum Kimia Organik

PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 







 
            




NAMA : LENNY FRISKHA TAMBA

                NIM      : A1C119035

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si. 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

                                                                            2021

 I.     Judul                 : Manipulasi Alat Alat Praktikum Kimia Organik

 II.   Hari/tanggal       : Senin/29 Februari 2021

 III.  Tujuan               : adapun tujuan dari praktikum ini adalah:

Untuk mengetahui cara menggunakan alat titrasi asam basa dan buret yang sederhana?

 IV.   Landasan Teori :

            Titrasi asam basa nerupakan larutan netral atau larutan yang sudah diperoleh konsentrasinya. Pada titrasi asam basa idndikator yang digunakan yaitu pH7 yang artinya indikator yang berubah warna ini disebut dalam keadaan netral. Pada titrasi asam basa juga dapat menentukan konsentrasi asam basa pada saat konsentrasi asam basa belum diketahui. Reaksi penetralan H+ sama dengan jumlah ion OH- (Rizal, 2018)

            Pada percobaan kali ini kita akan menentukan titrasi asam basa indikator yaitu untuk menentukan kadar suatu zat dan konsentrasi asam basa. Titrasi juga digunakan dikehidupan sehari-hari antara lain bidang kesehatan dan bidang pertanian. Disini kita akan membuat cara melukukan titrasi yang benar dan baik dan menentukan perubahan warna zat (Sukar. 2016).

            Pada titik ekuivalen, jumlah mol ion OH- sama dengan jumlah mol H+, jadi untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi yaitu kita harus mengetahui berapa volume basa yang ditambahkan dari buret ke asam. Untuk mencapai tujuan ini dengan menambahkan beberapa tetes indikator asam basa ke larutan asam (Raymond, 2005)

https://books.google.co.id/books?id=HSNbmkSWbXMC&pg=PA136&dq=titrasi+asam+basa&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiX_5Ocj43vAhUQX30KHQ2FC8kQ6AEwA3oECAEQAg#v=onepage&q=titrasi%20asam%20basa&f=false

            Kadar asam basa dapat diketahui jika kadar asam basa diketahui, kadar asam basa yang sudah diketahui disebut larutan standar asam basa. Metode untuk mengetahui kadar dengan salah satu kadar zat yang sudah diketahui disebut titrasi asam basa. Cara untuk menentukan konsentrasi asam basa yaitu dengan cara meneteskan ke larutan standar asam basa (Das,2005)

https://books.google.co.id/books?id=vF3v6mmL5pMC&pg=PA240&dq=titrasi+asam+basa&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiX_5Ocj43vAhUQX30KHQ2FC8kQ6AEwB3oECAcQAg#v=onepage&q=titrasi%20asam%20basa&f=false

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

1. Selang plastik

2. Gagang sapu bekas

3. Papan kayu

4. Kertas

5. Alat infus

6. Penggaris

7. Lem serbaguna

8. Guting

9. Palu

10. Paku

11. Klem yang terbuat dari kayu dan isolasi

5.2 Bahan

1.  Air

2.  Larutan asam cuka

 

VI. Prosedur Kerja

6.1 membuat alat titrasi sederhana

1.      Dilapisi kayu dengan kertas kemusian diisolasi

2.      Dihubungkan kayu yang sudah dilapisi krtas dengan ganggang sapu menggunakan paku dan palu yang dipakai sebagai statif

3.      Dimasukkan alat infus yang telah dipotong dan diambil jarumnya kedalam selang plastik

4.      Dipasangkan klem dengan statif nya, dan dihubungkan dengan vburet buatan tadi

5.      Dimasukkan larutan asam cuka kedalam botol dan ditaruh dibawah buret dan dimasukkan ke dalam buret

6.      Dititrasi larutan tersebut dengan menggoyangkan botol tersebut samapai larutan yang ada pada botol berubaha warna menjadi warna merah muda, dan dilihat pada buret berapa banyak air yang dibutuhkan untuk mentitrasinya.

5.2 SOP Penggunaan buret            

1.      Dirangakai buret dimana statis dan buretnya disatukan dan dikepit dengan penjepitnya

2.      Untuk keran buret yang terbuat dari kaca, Diolesi terlebih dahulu keran yang terbuat dari kaca dengan sedikit vaselin. Pastikan vaselinnya tidak menutupi lubang yang terdapat pada keran buret.

3.      Ditutup keran buretnya. Isi larutan dengan aquadest dengan menyemprotkan dari botol aquadest. Kemudian buang aquadestnya dengan membuka keran buret, tampung air bilasan dengan erlenmeyer atau beaker glass.

4.      Dibilas buret dengan larutan yang akan digunakan sebanyak 3 kali.

5.      Diisi buret dengan larutan yang akan digunakan. Pastikan ruang di bawah keran juga terisi penuh dan tidak ada gelembung udara lagi.

6.      Dilakukan titrasi dengan meneteskan larutan dari buret secara perlahan sambil erlenmeyer terus digoyang-goyang sampai terjadi perubahan warna pada analit (menandakan titik akhir titrasi). Segera tutup keran buretnya

7.      Bila telah selesai,  keluarkan sisa larutan yang terdapat dalam buret dari keran dan tampung dalam botol penyimpanan.

8.      Di Lepas buret dari Klem buret dan cuci dengan mengalirkan air dari keran air. Lakukan sampai buret benar-benar bersih.

9.      Di Keringkan buret yang telah dicuci kemudian disimpan kembali pad tempatnya.

 

Berikut adalah link video pada praktikum ini:

Alat sederhana : https://youtu.be/pqN86eMhwqQ

Alat Standar : https://youtu.be/Kre5MzlgzvQ

Permasalahan:

1. Apakah pipa plastik pada percobaan titrasi buret sederhana ini dapat digunakan untuk titrasi buret lainnya? jelaskan!

2. Bagaimana yang terjadi jika titrasi sederhana larutan itu bocor, adakah pengaruhnya?

3. Apa tujuan dibuatnya tisu pada setiap sudut titrasi standar tersebut?

Komentar

  1. Baikla saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab permasalahan nomor satu. Pipa plastik yang digunakan pada percobaan tittrasi buret sederhana ini bisa digunakan kembali untuk percobaan titrasi lainnya dengan membersihkan terlebih dahulu pipa plastik yang digunakan tersebut. Pembersihan dilakukan dengan tujuan agar alat yang digunakan steril dan hasil yang didapatkan bisa sesuai.

    BalasHapus
  2. perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 2. jika buret buatan pada alat titrasi sederhana bocor maka titran di dalam buret tidak dapat dikontrol keluarnya sehingga data yang diperoleh kurang akurat, karena penentuan volume titran yang digunakan pada titrasi tidak dapat ditentukan dengan tepat.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3.
    Pemasangan tissue bertujuan untuk memperkuat daya cengkram dari statif, sehingga tidak perlu ada keresahan buret terlepas dari statif.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID